https://iline.id


  • Copyright © 2023 - iline.id
    Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang.
    By : Aditya

    Legislator PKS Minta Pemerintah Tak Perlu Impor Udang Vanamae

    Keterangan Foto: Budidaya Udang Vanamae dalam negeri.

    ILINE JAKARTA — Impor udang Vaname dari Ekuador dan Argentina sebanyak 219 ton pada periode Mei–Juni 2026 menuai sorotan. Anggota Komisi IV DPR RI, Riyono Caping, menilai kebijakan tersebut tidak semestinya dilakukan ketika kebutuhan udang nasional masih mampu dipenuhi pembudidaya dalam negeri.

    Riyono menyebut impor senilai sekitar Rp9,8 miliar atau setara Rp45 ribu per kilogram itu masuk melalui pelabuhan di Jawa Timur dan Riau untuk memenuhi kebutuhan bahan baku kawasan industri. Menurutnya, alasan kawasan berikat maupun kekhususan impor perlu ditinjau kembali agar kebijakan pemerintah tetap berpihak pada pelaku usaha dan pembudidaya nasional.

    “Indonesia adalah produsen udang Vaname keempat terbesar dunia, kenapa harus impor? Kalau hanya 219 ton, itu mudah dipenuhi dari dalam negeri,” kata Riyono.

    Ia menilai persoalan impor tersebut semakin penting setelah munculnya kasus Cesium-137 yang berdampak terhadap industri udang nasional. Pemerintah, kata dia, seharusnya memperkuat koordinasi untuk menjaga iklim usaha sekaligus meningkatkan kesejahteraan pembudidaya, nelayan, dan masyarakat pesisir.

    Riyono juga menyoroti tantangan yang dihadapi pembudidaya udang Vaname sepanjang 2025–2026, mulai dari kenaikan harga pakan, fluktuasi harga udang hingga persoalan kualitas perairan dan ekosistem budidaya. Di sisi lain, target produksi udang nasional sebesar satu juta ton per tahun belum tercapai karena kemampuan produksi saat ini disebut masih berada di kisaran 300.000–350.000 ton.

    “Kalau mau impor, pastikan memang kita tidak mampu. Kalau Indonesia mampu dan barangnya ada, wajib beli dari pembudidaya sendiri,” tegasnya.

    Riyono meminta seluruh kementerian dan lembaga memperkuat sinergi dalam menjalankan program prioritas Presiden serta menghilangkan ego sektoral dalam menentukan kebijakan impor.

    Ia pun menegaskan impor udang Vaname dari Ekuador dan Argentina tidak boleh kembali terjadi tanpa pertimbangan serius terhadap kapasitas produksi dalam negeri.

    “Jika ada rencana kembali impor udang Vaname dari Argentina dan Ekuador, saya pastikan menolak dan melakukan re-ekspor karena Indonesia mampu,” ujarnya.