https://iline.id


  • Copyright © 2023 - iline.id
    Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang.
    By : Aditya

    RAPBN 2027 Capai Rp4.097 Triliun, Pemerintah Fokus Dorong Pertumbuhan Ekonomi

    Keterangan Foto: Rapat Paripurna DPR RI ke-3 Masa Persidangan I Tahun Sidang 2026–2027 di Jakarta, Kamis (27/8/2026).

    ILINE JAKARTA — Pemerintah menargetkan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2027 menjadi instrumen untuk mendorong pertumbuhan ekonomi, mempercepat peningkatan kesejahteraan masyarakat, sekaligus menjaga kesehatan fiskal. Dalam Rancangan APBN (RAPBN) 2027, belanja negara dirancang mencapai Rp4.097,2 triliun dengan pendapatan negara sebesar Rp3.426 triliun.

    Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyampaikan hal tersebut dalam Rapat Paripurna DPR RI ke-3 Masa Persidangan I Tahun Sidang 2026–2027 di Jakarta, Kamis (27/8/2026), saat menyampaikan tanggapan pemerintah atas pandangan umum fraksi-fraksi terkait RUU APBN 2027 beserta Nota Keuangan.

    Menurut Purbaya, RAPBN 2027 disusun untuk menjaga keseimbangan antara keberpihakan kepada masyarakat dan disiplin fiskal. Pemerintah ingin APBN tetap mampu memberikan stimulus terhadap aktivitas ekonomi tanpa mengabaikan kesinambungan keuangan negara.

    “RAPBN tahun 2027 kita rancang untuk mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi dan kesejahteraan yang lebih cepat dengan tetap menjaga kesehatan APBN,” kata Purbaya.

    Pemerintah juga menempatkan APBN sebagai instrumen penting menghadapi ketidakpastian dan risiko ekonomi global. APBN akan digunakan sebagai shock absorber untuk menjaga stabilitas ekonomi dan daya beli masyarakat, sekaligus sebagai instrumen counter cyclical guna mendorong pertumbuhan ekonomi domestik.

    Selain itu, APBN 2027 diarahkan menjadi katalis pembangunan yang berdampak pada penurunan kemiskinan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.

    RAPBN 2027 akan difokuskan pada delapan klaster program kerja prioritas nasional dan satu program pendukung yang mencakup 60 program kerja. Untuk menjaga kesinambungan fiskal sekaligus menyediakan ruang bagi percepatan ekonomi, pemerintah mengusulkan defisit anggaran sebesar 2,4 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB).

    “APBN adalah alat perjuangan untuk memastikan negara hadir, melindungi rakyat, dan mewujudkan kehidupan yang lebih baik. Karena itu, setiap rupiah APBN harus memberi manfaat yang nyata bagi masyarakat dan mendukung tercapainya cita-cita pembangunan nasional,” ujar Purbaya.