https://iline.id


  • Copyright © 2023 - iline.id
    Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang.
    By : Aditya

    Direksi Pilih Danai Ratusan Juta Rupiah untuk Mubes Dibandingkan Rapat Kinerja dan Milad

    Keterangan Foto: Gedung perkantoran BRK Syariah.

    ILINE BATAM - Efisiensi digaung-gaungkan oleh Direksi Bank Riau Kepri Syariah (BRKS) ternyata tak berlaku untuk Serikat Pekerja (SP) yang selama ini mati suri sejak 2007 silam. Dugaan keberpihakan direksi terhadap serikat pekerja tersebut dibuktikan dengan dukungan dana ratusan juta Rupiah dan fasilitas untuk pelaksanaannya. 

    Musyawarah Besar (Mubes) I Serikat Pekerja BRKS didukung Direksi tersebut dilaksanakan Minggu (23/8/2026), di Ballroom Menara Balai Dang Merdu, Pekanbaru. Pemborosan bank daerah itu seakan-akan mengabaikan Milad Konversi dan rapat kinerja terlupakan. 

    Saat ini, terdapat dua Serikat Pekerja, satu SP lainnya dikenal sebagai serikat pekerja lebih dahulu menggelar Mubes pada Februari 2026 silam, dikenal pegawai sebagai organisasi aktif, kritis, dan independen dalam menyuarakan aspirasi pekerja. SP lainnya didukung penuh Direksi. 

    Seorang Pincapem BRK Syariah yang tak mau disebutkan namanya menceritakan, keberangkatan Pincapem seluruh Riau dan Kepri dibiayai langsung perusahaan dalam bentuk SPPD termasuk tiket transportasi, akomodasi serta jaket Mubesi I. Jumlahnya ratusan juta Rupiah. 

    "SP ini menggelar Mubes I tahun ini. Sejak 2007 silam Serikat Pekerja ini sama sekali mati suri, tak menyuarakan para pekerja, serta tak ada aktivitas lainnya. Mubes mereka membendung SP lainnya," ungkap Pincapem tersebut. 

    Ia menyanyangkan, Mubes I Serikat Pekerja ternyata mengabaikan Rapat Kinerja Bulanan selama ini dilakukan secara luring atau zoom, bukan daring. Alasan Direksi, penghematan anggaran. Termasuk Rapat Kinerja Triwulan II diagendakan pada Juli 2026 silam hingga kini tak terlaksana. 

    Media ini juga mencoba melakukan konfirmasi ke sejumlah kepala kantor membenarkan adanya komunikasi dan tekanan untuk menghadiri Mubes atau mengutus perwakilan. Beberapa sumber bahkan mengaku mendapat pressure terkait kehadiran. 

    "Beberapa Pimpinan Cabang justru menyampaikan mendapat pesan langsung dari Plt Dirut agar menghadiri Mubes," jelasnya. Konfirmasi ke Plt Dirut BRK Syariah, Helwin Yunus, belum mendapatkan jawaban.

    Ironi semakin terasa saat Mubes digelar Minggu, 23 Agustus 2026, sehari setelah BRK Syariah memperingati empat tahun konversi menjadi bank syariah. Milad Ke-4 Tahun Konversi diperingati setiap tanggal 22 Agustus. 

    Namun menurut sejumlah pegawai, Milad empat tahun Konversi nyaris tidak mendapat perayaan maupun publikasi yang berarti. Media internal perusahaan juga disebut tidak memberikan gaung sebanding.

     

    Perlakuan berbeda diberikan pada pelaksanaan Mubes. Sejumlah video ucapan dari pemegang saham beredar disebut lebih menyoroti Mubes tersebut. Empat tahun perjalanan transformasi bank nyaris tanpa gaung. Mubes justru mendapat panggung dan fasilitas besar. Setiap kantor bahkan diwajibkan memberikan papan bunga Mubes, bukan papan bunga Milad Konversi.

    Sejumlah peserta menceritakan ke media ini, Mubes sama sekali tidak membahas dan mengesahkan AD/ART sebagai dasar organisasi, tidak menyampaikan pertanggungjawaban formatur selama empat tahun menjabat, baik program maupun keuangan, dan tidak menghasilkan satu pun rekomendasi konkrit mengenai persoalan kesejahteraan pegawai. Hanya membicarakan Ketua Umum semata. 

    Persoalan semakin sensitif ketika sejumlah Pincab dan Pincapem disebut dihubungi satu per satu setelah diketahui bergabung dengan serikat pekerja lain. Beberapa sumber mengaku diminta mundur dan menyebut adanya kekhawatiran terhadap mutasi maupun posisi jabatan.

    "Lebih miris lagi, ditengah sorotan kinerja bank belum membaik, puluhan Pincab dan Pincapem harus meninggalkan tugas pada hari kerja karena perjalanan dinas untuk hadiri Mubes Serikat Pekerja," pungkas sumber.