https://iline.id


  • Copyright © 2023 - iline.id
    Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang.
    By : Aditya

    Kemendag Gandeng MNC University Siapkan Talenta Desain Berorientasi Ekspor

    Keterangan Foto: Penandatanganan perjanjian kerja sama antara Direktorat Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional (Ditjen PEN) Kemendag dan MNC University tentang pelaksanaan Tridharma Perguruan Tinggi di bidang pengembangan ekspor nasional.

    ILINE JAKARTA - Kementerian Perdagangan (Kemendag) menggandeng MNC University untuk menyiapkan talenta muda yang memiliki kompetensi desain sekaligus memahami kebutuhan industri dan pasar ekspor.

    Kolaborasi tersebut diwujudkan melalui penandatanganan perjanjian kerja sama antara Direktorat Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional (Ditjen PEN) Kemendag dan MNC University tentang pelaksanaan Tridharma Perguruan Tinggi di bidang pengembangan ekspor nasional di Jakarta, Jumat (21/8/2026).

    Penandatanganan dilakukan Direktur Pengembangan Ekspor Jasa dan Produk Kreatif Kemendag Ari Satria yang mewakili Dirjen PEN Fajarini Puntodewi, bersama Direktur Kemitraan dan Kantor Urusan Internasional MNC University Fenny Yutika Seli yang mewakili Rektor MNC University Dendi Pratama.

    Fajarini mengatakan kerja sama dengan perguruan tinggi menjadi bagian dari upaya Kemendag memperkuat ekosistem pengembangan ekspor nasional. Menurutnya, kompetensi desain perlu diperkenalkan sejak bangku kuliah agar talenta muda memahami kebutuhan industri dan pasar global.

    “Melalui kerja sama tridharma ini, mahasiswa tidak hanya memperoleh pengalaman langsung, tetapi juga dapat berkontribusi dalam pengembangan desain produk dan UMKM Indonesia agar semakin berdaya saing di pasar global,” ujar Fajarini.

    Kerja sama tersebut mencakup pendidikan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, magang, seminar, kuliah umum, kuliah tamu, lokakarya, hingga promosi bersama.

    Ari mengatakan salah satu implementasi kerja sama akan dilakukan melalui program magang mahasiswa MNC University di Indonesia Design Development Center (IDDC). Mahasiswa akan terlibat dalam pengembangan desain produk, mulai dari riset hingga strategi promosi untuk pasar internasional.

    “Kami ingin mahasiswa tidak hanya memahami teori, tetapi juga memiliki pengalaman dan kompetensi yang relevan untuk menghadapi tantangan nyata di industri desain yang berorientasi ekspor,” kata Ari.

    Menurut Ari, kolaborasi tersebut diharapkan memperkuat hubungan antara pemerintah, perguruan tinggi, dan dunia industri sekaligus menghasilkan sumber daya manusia yang memahami desain serta kebutuhan pasar global.

    Fenny menilai kerja sama ini menjadi langkah penting untuk memperkuat sinergi perguruan tinggi, pemerintah, dan industri, terutama dalam pengembangan desain dan ekonomi kreatif.

    “Kami berharap kerja sama ini dapat diimplementasikan melalui berbagai program yang memberikan pengalaman dan meningkatkan kompetensi mahasiswa maupun sivitas akademika, sekaligus membuka peluang kolaborasi yang lebih luas dan berkelanjutan,” ujar Fenny.