https://iline.id


  • Copyright © 2023 - iline.id
    Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang.
    By : Aditya

    Mendag Targetkan Transaksi TEI 2026 Lampaui US$22,8 Miliar

    Keterangan Foto: Menteri Perdagangan Budi Santo.

    ILINE SOLO – Menteri Perdagangan Budi Santoso menargetkan transaksi Trade Expo Indonesia (TEI) 2026 melampaui capaian tahun sebelumnya yang mencapai US$22,8 miliar. Pemerintah akan memperkuat skema business matching dan memastikan kontrak dagang yang dihasilkan terealisasi menjadi ekspor.

    Budi mengatakan TEI ke-41 akan digelar pada 14–18 Oktober 2026 di Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD City. Selain meningkatkan nilai transaksi, pemerintah menargetkan pameran tersebut memberikan dampak langsung terhadap peningkatan ekspor nasional.

    “Target kami bisa tercapai di atas tahun lalu, yaitu dari US$22,8 miliar, termasuk buyer dan juga peningkatan ekspornya,” kata Budi seusai menghadiri CEO Gathering Solo untuk Sosialisasi TEI 2026 di Hotel Alila Solo, Kamis (20/8/2026).

    Untuk mencapai target tersebut, Kementerian Perdagangan akan mempertemukan pelaku usaha Indonesia dengan calon pembeli dari mancanegara melalui business matching secara daring sebelum pameran berlangsung. Dengan demikian, pelaku usaha dan calon buyer diharapkan telah memiliki pembicaraan awal sebelum bertemu langsung di TEI.

    Pertemuan tatap muka selama pameran kemudian diarahkan untuk menghasilkan kontrak dagang. Pemerintah juga akan memantau realisasi kontrak tersebut agar nilai transaksi yang tercatat tidak berhenti pada penandatanganan, tetapi benar-benar terealisasi dalam kegiatan ekspor.

    “Ketika pelaku usaha sudah transaksi dagang dan sudah kontrak dagang, kami pastikan proses atau realisasi dari kontrak dagang itu berjalan dengan baik,” ujar Budi.

    Selain memperkuat transaksi, Kemendag akan memberikan perhatian lebih pada sektor furnitur. Pemerintah menggandeng Himpunan Industri Mebel dan Kerajinan Indonesia (HIMKI) untuk memperluas promosi produk furnitur Indonesia di pasar internasional.

    Budi mengatakan pemerintah akan mendatangkan buyer yang secara khusus mencari produk furnitur serta melakukan sosialisasi di sejumlah negara untuk menjaring calon pembeli yang sesuai dengan produk Indonesia.

    “Harapan kami adalah furnitur ini terus meningkat ekspornya,” pungkas Budi.