https://iline.id


  • Copyright © 2023 - iline.id
    Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang.
    By : Aditya

    BI Olah Limbah Uang Jadi Cendera Mata dan Sumber Energi

    Keterangan Foto: Festival Rupiah Berdaulat Indonesia (FERBI) 2026 di Istora Senayan, Jakarta, 14 Juni 2026.

    ILINE JAKARTA - Bank Indonesia (BI) terus mengembangkan pengelolaan uang Rupiah berbasis ekonomi sirkular dengan mengolah limbah racik uang menjadi produk bernilai ekonomi sekaligus sumber energi. Hingga saat ini, sebanyak 72 persen limbah racik uang kertas telah diolah secara sirkuler, dan BI menargetkan seluruh limbah tersebut dapat dimanfaatkan pada 2027.

    Salah satu langkah yang dilakukan BI adalah menggandeng usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) untuk mengolah limbah racik uang menjadi berbagai cendera mata. BI juga bekerja sama dengan perusahaan pengolahan energi untuk memanfaatkan limbah tersebut sebagai tambahan sumber energi listrik maupun kebutuhan industri.

    Deputi Gubernur BI Ricky P. Gozali mengatakan, pengelolaan Rupiah kini tidak lagi berhenti pada pemusnahan uang yang sudah tidak layak edar. Menurutnya, limbah uang perlu diberikan nilai baru melalui pemanfaatan yang produktif dan ramah lingkungan.

    Hal itu disampaikan Ricky saat membuka rangkaian Festival Rupiah Berdaulat Indonesia (FERBI) 2026 di Istora Senayan, Jakarta, 14 Juni 2026. BI, kata dia, terus melakukan transformasi ramah lingkungan dalam proses pencetakan, pengedaran, hingga pemusnahan uang Rupiah.

    Inovasi tersebut juga mendapat pengakuan internasional melalui penghargaan International Association of Currency Affairs (IACA) Award 2026.

    Upaya serupa dilakukan sejumlah bank sentral di kawasan. Bank Negara Malaysia (BNM), misalnya, mengolah limbah racik uang menjadi berbagai produk, sementara Bank of Thailand menggunakan bahan kertas yang lebih tahan lama untuk memperpanjang masa edar uang dan mengurangi kebutuhan pencetakan ulang.

    Berbagai pengalaman tersebut menjadi pembahasan dalam BRIDGE 2026, forum dialog internasional mengenai ekosistem pengelolaan uang yang digelar BI di Istora Senayan, Jakarta, 13 Agustus 2026, sebagai bagian dari FERBI 2026.

    Forum tersebut diikuti bank sentral dan otoritas moneter dari India, Malaysia, Thailand, Filipina, dan Papua Nugini, serta pelaku industri uang tunai internasional. Pembahasan menegaskan bahwa prinsip keberlanjutan semakin menjadi bagian penting dalam pengelolaan uang di berbagai negara.