Komisi XII DPR Dorong Pengembangan PLTS hingga 100 GW pada 2034
Keterangan Foto: Ketua Komisi XII DPR RI Bambang Patijaya.
ILINE JAKARTA – Komisi XII DPR RI mendorong optimalisasi energi surya untuk memperkuat kemandirian dan ketahanan energi nasional. Salah satu langkah yang didorong ialah peningkatan target Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) menjadi 100 Gigawatt (GW) hingga 2034 dalam Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL).
Ketua Komisi XII DPR RI Bambang Patijaya menilai peningkatan target tersebut merupakan langkah strategis untuk memanfaatkan potensi energi matahari yang melimpah di Indonesia sekaligus mendukung transisi energi menuju sistem yang lebih berkelanjutan.
- Baca juga:
“Ini merupakan salah satu langkah bagaimana kita mengoptimalkan sumber daya matahari menjadi energi dan itu sudah dirasionalkan, sudah dimasukkan di dalam RUPTL,” ujar Bambang kepada Parlementaria di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (14/8/2026).
Ia menjelaskan, target pengembangan PLTS dalam RUPTL terbaru mengalami peningkatan signifikan. Jika sebelumnya diproyeksikan sekitar 17 GW, target tersebut kini dioptimalkan menjadi 100 GW hingga 2034.
Menurut Bambang, pengembangan energi surya sejalan dengan kebutuhan Indonesia untuk meningkatkan pemanfaatan energi baru dan terbarukan (EBT). Momentum 81 tahun kemerdekaan Indonesia juga dinilai tepat untuk memperkuat kemandirian energi melalui pemanfaatan sumber daya dalam negeri.
Selain pengembangan infrastruktur PLTS, kepastian regulasi dinilai penting untuk menjaga keberlanjutan agenda transisi energi. Komisi XII DPR RI bersama Badan Legislasi DPR RI turut mengawal pembahasan regulasi sektor energi, termasuk Rancangan Undang-Undang Energi Baru dan Energi Terbarukan (RUU EBT) serta RUU Migas.
Bambang mengatakan pembahasan RUU EBT masih berlangsung sesuai mekanisme legislasi yang berlaku di DPR RI. Ia menyebut pembahasan regulasi tersebut saat ini turut dilakukan di Baleg DPR RI.







