https://iline.id


  • Copyright © 2023 - iline.id
    Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang.
    By : Aditya

    Kebutuhan Investasi Capai Rp8.705 Triliun, Wamenkeu Dorong Pendalaman Pasar Modal

    Keterangan Foto: Wamenkeu saat menghadiri peluncuran Exchange-Traded Fund (ETF) Emas.

    ILINE JAKARTA – Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu) Juda Agung mendorong pendalaman pasar keuangan nasional untuk memperkuat pembiayaan pembangunan. Langkah ini dinilai penting karena sebagian besar kebutuhan investasi Indonesia pada 2027 harus ditopang oleh pembiayaan swasta.

    Juda menyebut total kebutuhan investasi Indonesia dalam APBN 2027 mencapai Rp8.705 triliun. Dari jumlah tersebut, APBN diperkirakan hanya mampu membiayai sekitar Rp459 triliun, sementara BUMN termasuk Danantara berkontribusi sekitar Rp330 triliun.

    Dengan demikian, sekitar Rp7.973 triliun atau 91 persen kebutuhan pembiayaan harus berasal dari sektor swasta, baik melalui perbankan maupun pasar modal.

    "Di sinilah pasar modal memegang peran strategis sebagai sumber pembiayaan swasta," kata Juda dalam Peringatan HUT ke-49 Kebangkitan Pasar Modal Indonesia di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Senin (10/8/2026).

    Menurutnya, pasar modal harus terus diperkuat agar menjadi sumber pembiayaan yang efisien sekaligus mampu mendukung pertumbuhan ekonomi nasional. Ia mendorong terciptanya pasar yang lebih dalam, likuid, transparan dan kredibel.

    Juda mencatat penghimpunan dana melalui pasar modal telah mencapai lebih dari Rp125 triliun sepanjang semester I 2026. Jumlah investor juga telah mencapai sekitar 28 juta orang.

    Meski demikian, pemerintah meminta industri pasar modal tidak berhenti pada capaian tersebut. Perluasan basis investor, diversifikasi instrumen, peningkatan likuiditas serta penguatan tata kelola dinilai masih perlu dilakukan.

    Ia juga mengapresiasi reformasi yang dilakukan OJK dan Bank Indonesia, termasuk penguatan likuiditas, transparansi, tata kelola dan pendalaman pasar.

    Juda turut menyambut peluncuran Exchange-Traded Fund (ETF) Emas sebagai upaya memperluas pilihan investasi di pasar modal. Ia menilai instrumen tersebut berpotensi meningkatkan daya saing pasar modal Indonesia di tingkat regional dan global.

    Namun, Juda mengingatkan bahwa ETF berbasis emas harus didukung tata kelola yang kuat karena menggunakan emas fisik sebagai aset dasar. Aspek penyimpanan, valuasi dan akuntabilitas transaksi menjadi faktor penting untuk menjaga kepercayaan investor.

    "Inovasi membutuhkan integritas, dan integritas adalah fondasi dari kepercayaan," tegasnya.

    Berita Terkait