Disbun Bengkalis Latih 89 Pekebun Budidaya Sawit
Keterangan Foto: Pelatihan yang berlangsung 10-15 Agustus 2026 ini merupakan bagian dari Program Pengembangan SDM Perkebunan Tahun 2026. (Bengkalis.go.id)
ILINE BENGKALIS – Sebanyak 89 pekebun kelapa sawit di Kabupaten Bengkalis mengikuti pelatihan budidaya kelapa sawit sebagai upaya meningkatkan produktivitas kebun dan kesejahteraan masyarakat.
Pelatihan yang berlangsung 10-15 Agustus 2026 ini merupakan bagian dari Program Pengembangan SDM Perkebunan Tahun 2026. Kegiatan tersebut dilaksanakan PT Sumberdaya Indonesia Berjaya (SIB) bekerja sama dengan Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP).
- Baca juga:
Pelatihan dibuka Kepala Dinas Perkebunan Provinsi Riau, Supriadi, Senin (10/8/2026). Ia mengatakan, kelapa sawit masih memiliki prospek ekonomi yang baik apabila dikelola dengan teknik budidaya yang tepat.
Menurutnya, peningkatan pengetahuan dan keterampilan pekebun menjadi faktor penting untuk mendorong perkebunan sawit yang produktif dan berkelanjutan.
“Budidaya sawit masih menjanjikan kalau dikelola dengan teknis budidaya yang baik. Karena itu, peningkatan pengetahuan dan keterampilan para pekebun menjadi sangat penting,” ujar Supriadi.
Mewakili Kepala Dinas Perkebunan Kabupaten Bengkalis, Khairul Ashri mengatakan produktivitas tandan buah segar (TBS) di Bengkalis masih relatif rendah dibandingkan rata-rata Provinsi Riau dan nasional.
Kondisi tersebut dipengaruhi sejumlah faktor, antara lain kondisi lahan serta keterbatasan kemampuan pekebun dalam menerapkan teknik budidaya.
“Tahun ini kita dapat melatih sebanyak 456 pekebun Bengkalis,” kata Khairul.
Dari total tersebut, 274 pekebun mengikuti pelatihan budidaya sawit dalam tiga gelombang. Pada gelombang ketiga, sebanyak 89 pekebun mengikuti pelatihan yang digelar PT SIB.
Peserta mendapatkan materi mengenai pembibitan, penanaman, pemeliharaan, pemupukan, pengendalian hama dan penyakit, hingga panen dan pascapanen. Pelatihan juga dilengkapi praktik lapangan agar peserta dapat langsung menerapkan materi di kebun.
Pemkab Bengkalis berharap peningkatan kapasitas pekebun dapat berdampak pada produktivitas kebun masyarakat. Para peserta juga diharapkan dapat membagikan pengetahuan yang diperoleh kepada pekebun lainnya.
Dengan peningkatan kompetensi tersebut, pengelolaan perkebunan sawit di Bengkalis diharapkan semakin profesional, produktif dan berkelanjutan serta mampu mendukung perekonomian masyarakat dan daerah.







