https://iline.id


  • Copyright © 2023 - iline.id
    Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang.
    By : Aditya

    Pemprov Riau Raih Penghargaan atas Komitmen Menjaga Stabilitas Harga Sawit

    Keterangan Foto: Penghargaan kategori komitmen menjaga stabilitas harga sawit itu diterima langsung oleh Sekretaris Daerah Provinsi (Sekdaprov) Riau, Syahrial Abdi. (C: Mediacenterriau)

    PEKANBARU – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau menerima penghargaan atas komitmennya dalam menjaga stabilitas harga sawit. Penghargaan tersebut diberikan dalam ajang Sawit Indonesia Expo (SIExpo) & Conference 2026 yang digelar di SKA Coex, Pekanbaru, Sabtu (8/8/2026).

    Penghargaan kategori komitmen menjaga stabilitas harga sawit itu diterima langsung oleh Sekretaris Daerah Provinsi (Sekdaprov) Riau, Syahrial Abdi.

    Penghargaan tersebut menjadi bentuk apresiasi terhadap Pemprov Riau atas upayanya dalam mendukung keberlanjutan serta kemajuan industri kelapa sawit, khususnya dalam menciptakan tata kelola perkebunan yang memberikan manfaat bagi masyarakat.

    Syahrial mengatakan, Pemprov Riau telah membangun sejumlah pondasi dalam pengelolaan perkebunan, salah satunya melalui kebijakan One Map Policy. Kebijakan tersebut dinilai penting untuk memperkuat pemetaan wilayah sekaligus memberikan kepastian dalam pengelolaan ruang dan perkebunan kelapa sawit.

    Menurutnya, berbagai pondasi yang telah dibangun akan terus dilanjutkan dengan membuka ruang kolaborasi bersama seluruh pihak yang berkepentingan terhadap industri sawit.

    "Kita ingin petani semakin sejahtera, lapangan kerja luas, ketahanan pangan dan energi semakin kuat, serta lingkungan semakin terjaga," ujar Syahrial.

    Ia berharap penguatan tata kelola industri sawit di Riau tidak hanya berdampak terhadap peningkatan produksi, tetapi juga memberikan manfaat langsung terhadap kesejahteraan masyarakat, terutama para petani sawit.

    Dalam kegiatan yang sama, penghargaan kategori komitmen menjaga kesejahteraan petani sawit juga diberikan kepada Kementerian Pertanian Republik Indonesia. Penghargaan tersebut diterima Direktur Tanaman Kelapa Sawit dan Aneka Palma, Iim Mucharam.

    Iim mengatakan, pembangunan industri kelapa sawit tidak dapat hanya berorientasi pada aspek bisnis dan peningkatan produksi. Menurutnya, masih terdapat sejumlah aspek yang perlu diperkuat, mulai dari kualitas sumber daya manusia hingga rantai pasok.

    "Kita sadari produksi sawit bukan hanya pendekatan bisnis, kualitas SDM, rantai pasok dan lain-lain banyak yang harus ditingkatkan," kata Iim.

    Ia juga menekankan pentingnya hilirisasi untuk meningkatkan nilai tambah komoditas sawit Indonesia. Namun, hilirisasi harus didukung ketersediaan bahan baku yang memadai.

    "Hilirisasi sawit bukan hanya jual bahan mentah, tapi olah CPO menjadi produk bernilai tinggi, dan hilirisasi tidak akan berjalan tanpa bahan baku cukup, sehingga produktivitas yang sudah ada harus ditingkatkan," ujarnya.

    Iim menyebut pemerintah terus memberikan dukungan terhadap program peremajaan sawit rakyat serta penyediaan sarana dan prasarana untuk meningkatkan produktivitas perkebunan.

    Menurutnya, penguatan sektor hulu menjadi salah satu faktor penting agar industri hilir kelapa sawit dapat berkembang secara berkelanjutan.

    Selain Pemprov Riau dan Kementerian Pertanian, penghargaan kategori komitmen menjaga kesejahteraan petani sawit juga diberikan kepada Bupati Dharmasraya dan Bupati Siak.

    Sementara itu, apresiasi turut diberikan kepada kelompok tani Ahmad Mulya Mugi Raharjo. Penghargaan atas dukungan terhadap usaha kecil dan menengah (UKM) sawit di Riau juga diberikan kepada Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP).