Menkeu Pastikan Pengawasan Kepabeanan dan Cukai di Kupang Berjalan Lancar
Keterangan Foto: Purbaya saat meninjau langsung Pangkalan Sarana Operasi (PSO) Bea Cukai Kupang dalam rangka kunjungan kerja ke Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), Jumat (7/8/2026).
Kupang – Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa memastikan pengawasan kepabeanan dan cukai di kawasan perbatasan timur Indonesia terus diperkuat, sejalan dengan upaya menjaga kelancaran arus perdagangan serta optimalisasi penerimaan negara.
Hal itu disampaikan Purbaya saat meninjau langsung Pangkalan Sarana Operasi (PSO) Bea Cukai Kupang dalam rangka kunjungan kerja ke Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), Jumat (7/8/2026).
- Baca juga:
Dalam kunjungan tersebut, Purbaya meninjau kesiapan armada patroli serta fasilitas PSO Bea Cukai Kupang. Pangkalan tersebut menjadi salah satu fasilitas strategis dalam mendukung pengawasan kepabeanan dan cukai di NTT serta kawasan perbatasan timur Indonesia.
Selain menjalankan fungsi pengawasan kepabeanan dan cukai, PSO Bea Cukai Kupang turut mendukung patroli terpadu bersama TNI Angkatan Laut, Polairud, dan Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (PSDKP).
PSO Bea Cukai Kupang juga memiliki peran dalam mendukung pemantauan serta operasi pencarian dan pertolongan atau search and rescue (SAR) ketika terjadi kondisi darurat di wilayah perairan NTT.
Purbaya menegaskan pengawasan laut memiliki posisi penting dalam menjaga kedaulatan ekonomi nasional. Hal tersebut semakin penting bagi Indonesia sebagai negara kepulauan yang memiliki jalur pelayaran luas serta berbatasan langsung dengan sejumlah negara.
“Pengawasan laut harus terus diperkuat melalui modernisasi sarana operasi, pemanfaatan teknologi, serta peningkatan kompetensi personel agar mampu menjawab tantangan pengawasan di wilayah perbatasan yang semakin kompleks,” ujar Purbaya.
Wilayah kerja PSO Bea Cukai Kupang memiliki posisi strategis karena menjadi salah satu jalur penghubung pelayaran antarpulau dan berada dekat dengan perbatasan Timor-Leste serta perairan Australia.
Kondisi geografis tersebut menjadikan wilayah Kupang dan sekitarnya sebagai salah satu titik penting dalam pengawasan kepabeanan dan cukai di kawasan timur Indonesia.
Untuk memperkuat pengawasan, Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) secara berkesinambungan melaksanakan Operasi Patroli Laut Terpadu Jaring Wallacea. Operasi tersebut didukung kapal patroli BC 7002 dan BC 20010 yang dioperasikan oleh PSO Bea Cukai Kupang.
Operasi patroli mencakup wilayah perairan Bali, Nusa Tenggara Barat, Maumere, Atapupu hingga kawasan perbatasan Indonesia–Timor-Leste.
Pelaksanaan operasi menggunakan pendekatan berbasis targeting untuk meningkatkan ketepatan sasaran pemeriksaan sekaligus mengoptimalkan penggunaan sumber daya dalam kegiatan patroli laut.
Melalui penguatan sarana operasi, pemanfaatan teknologi, dan peningkatan kapasitas personel, pengawasan di wilayah perbatasan diharapkan semakin efektif dalam mencegah pelanggaran kepabeanan dan cukai sekaligus mendukung kelancaran perdagangan serta perlindungan penerimaan negara.







