Mendagri Angkat Kisah Sukses Pekanbaru, PAD Melonjak Berkat Kemudahan Layanan
ILINE PEKANBARU – Berbagai langkah pembenahan yang dilakukan Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru di bawah kepemimpinan Wali Kota Agung Nugroho mulai menunjukkan hasil nyata. Salah satu indikatornya terlihat dari peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang mengalami kenaikan signifikan dalam waktu relatif singkat.
Capaian tersebut bahkan mendapat perhatian dan apresiasi langsung dari Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian. Dalam rapat kerja bersama Komisi II DPR RI yang turut dihadiri Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) Rini Widyantini serta sejumlah kepala daerah, Tito menempatkan Pekanbaru sebagai salah satu contoh daerah yang berhasil meningkatkan pendapatan tanpa menambah beban masyarakat.
-
Menurut Tito, kemampuan daerah dalam memperkuat fiskal menjadi salah satu faktor penting dalam mendukung pembangunan dan pelayanan publik. Namun, peningkatan pendapatan daerah harus dilakukan melalui cara-cara yang tepat dan tidak membebani warga.
Perhatian Kemendagri terhadap Pekanbaru bukan tanpa alasan. Dalam kurun waktu satu tahun, PAD Kota Pekanbaru tercatat meningkat dari sekitar Rp800 miliar pada 2024 menjadi sekitar Rp1,2 triliun pada 2025. Kenaikan sekitar Rp400 miliar tersebut dinilai sebagai capaian yang patut mendapat perhatian.
-
Lonjakan pendapatan itu kemudian mendorong Kemendagri melakukan pendalaman terhadap berbagai kebijakan yang diterapkan Pemko Pekanbaru. Bahkan, Tito mengaku secara khusus mengirimkan tim untuk mempelajari strategi yang dijalankan pemerintah kota.
Hasilnya, peningkatan PAD tersebut ternyata tidak diperoleh melalui penambahan tarif pajak maupun retribusi daerah. Sebaliknya, Pemko Pekanbaru dinilai berhasil membangun iklim pelayanan yang lebih baik dengan memangkas berbagai hambatan birokrasi, mempercepat proses perizinan, serta memberikan kemudahan bagi masyarakat dan pelaku usaha.
-

"Daerah harus berusaha untuk mendapatkan, menambah PAD, tapi tidak memberatkan rakyat," ujar Tito dalam rapat tersebut, Senin (8/6/2026).
-
-







