Bukan Sekadar Wacana, Agung–Markarius Buktikan Kerja Nyata di Pekanbaru

Walikota Agung Nugroho dan Wakil Wali Kota Markarius

ILINE PEKANBARU – Dalam satu tahun kepemimpinan Wali Kota Pekanbaru Agung Nugroho bersama Wakil Wali Kota Markarius Anwar, arah pembangunan kota mulai menunjukkan perubahan signifikan. Sejumlah program prioritas tidak hanya terealisasi, tetapi juga berdampak langsung terhadap pelayanan publik dan kesejahteraan masyarakat.

Agung Nugroho yang mulai menjabat sejak Februari 2025 menegaskan bahwa seluruh program pemerintah daerah harus memberikan manfaat nyata, bukan sekadar kegiatan seremonial.

Dalam praktiknya, komitmen tersebut diterjemahkan melalui kebijakan yang menyentuh kebutuhan dasar warga. Di antaranya penurunan tarif parkir, penertiban reklame ilegal, hingga penguatan sektor kebersihan melalui Gerakan Serbu Sampah serta pembentukan Lembaga Pengelolaan Sampah (LPS) di seluruh kelurahan.

Pelayanan Publik dan Infrastruktur Digenjot

Pemko Pekanbaru juga menghadirkan inovasi pelayanan melalui Mobil AMAN untuk administrasi kependudukan, yang memudahkan akses layanan bagi masyarakat.

Di sektor infrastruktur, pengendalian banjir menjadi prioritas utama. Pemerintah melakukan penanganan di sejumlah titik rawan serta normalisasi sungai dan drainase. Langkah ini sejalan dengan kebijakan percepatan pembangunan infrastruktur yang terus digenjot selama masa kepemimpinan Agung.

Selain itu, pembangunan kota juga diarahkan pada konsep berkelanjutan melalui penanaman ribuan pohon sebagai bagian dari visi “Green City”.

Fokus Pendidikan dan Pengentasan Kemiskinan

Dalam bidang pendidikan, Pemko Pekanbaru menggulirkan berbagai program strategis, seperti beasiswa S1 hingga S3, termasuk bagi hafiz Al-Qur’an, serta program Zero Putus Sekolah.

Program ini menjadi salah satu langkah konkret dalam memperluas akses pendidikan dan meningkatkan kualitas sumber daya manusia. Selain itu, pemerintah juga mengatasi persoalan ijazah tertahan dan membantu perlengkapan sekolah bagi siswa kurang mampu.

Upaya tersebut berjalan seiring dengan program penanggulangan kemiskinan dan stunting yang menjadi prioritas utama. Hasilnya, Pemerintah Kota Pekanbaru berhasil meraih penghargaan nasional dari Kementerian Dalam Negeri atas keberhasilan menekan angka kemiskinan dan stunting.

Dalam keterangannya, Agung menyebut capaian tersebut merupakan hasil kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat dalam menjalankan program-program berbasis kebutuhan riil di lapangan.

Penguatan Sosial, Budaya, dan Ekonomi

Di sektor sosial, Pemko Pekanbaru juga menunjukkan kepedulian terhadap daerah lain dengan menyalurkan bantuan bagi korban bencana di sejumlah provinsi.

Sementara itu, penguatan identitas budaya dilakukan melalui penyelenggaraan event keagamaan dan budaya, termasuk Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) dan festival budaya Melayu.

Dari sisi ekonomi, pemerintah menggelar bazar pangan murah untuk menjaga daya beli masyarakat, sekaligus mendorong pertumbuhan UMKM sebagai bagian dari strategi pengentasan kemiskinan.

Reformasi Tata Kelola dan Investasi

Dalam aspek tata kelola pemerintahan, Pemko Pekanbaru melakukan langkah strategis dengan melunasi utang daerah serta mempercepat layanan perizinan, termasuk proses Persetujuan Bangunan Gedung (PBG) yang kini dapat diselesaikan dalam waktu singkat.

Langkah ini dinilai menjadi bagian dari upaya menciptakan iklim investasi yang lebih kondusif di Kota Pekanbaru.

Akselerasi Program Nasional

Selain program daerah, Pemko Pekanbaru juga mempercepat implementasi Program Strategis Nasional (PSN), seperti:

Program Makan Bergizi Gratis (MBG) melalui puluhan dapur umum,

Pembentukan koperasi di setiap kelurahan,

Digitalisasi pendidikan,

Pengembangan UMKM sebagai instrumen pengentasan kemiskinan,

Pembangunan rumah layak huni,

Serta pengembangan jaringan gas kota.

Fondasi Transformasi Kota

Sejumlah capaian tersebut memperlihatkan bahwa pembangunan Pekanbaru tidak lagi berjalan parsial, melainkan mulai terarah dan terukur.

Dengan berbagai indikator kemajuan, mulai dari pelayanan publik, infrastruktur, hingga kesejahteraan sosial, kepemimpinan Agung Nugroho dan Markarius Anwar dinilai telah meletakkan fondasi penting bagi transformasi Pekanbaru menuju kota yang lebih bersih, sehat, berdaya saing, dan berkelanjutan. Adv